Mendunia, 19 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Ikuti Program Internasional di Negara Mesir, Malaysia, dan Thailand

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menunjukkan kelasnya ditingkat global. Sebanyak 19 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program internasional di tiga negara: Mesir, Malaysia, dan Thailand. Mereka diberangkatkan dalam skema PPL Internasional, Magang Internasional, dan KKN Internasional tahun 2026.

Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Kota Yala Thailand diikuti Betri Ciandayani, dan Amanda Nurul Faradina dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Program Magang di Perusahaan Kakao di Kota Yala Thailand diikuti Bimo Noegroho dan Alfin Siswanto dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian berlangsung mulai 14 Januari-13 Maret 2026.

Selanjutnya Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia berlangsung 19 Januari-17 Februari 2026 yang diikuti Rahmadila Melani dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kemudian Siti Fidya Amanda, dan Nada Aulia dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Annisa Mutiara, Ahmad Sazili, dan Susanto dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam. Dzaky Arva Rizy, Muhammad Alfathan Zikri, dan M. Fikriansyah Ekman dari Fakultas Kedokteran.

KKN Internasional di Malaysia mengambil lokasi di SB. At-Tanzil Serdang, SB An. Nahdlah Tanjung Sepat, SB. Kampung Pandan Kuala Lumpur, SB. At Tanzil Kota Damansara, SB. Peradaban Seri Kembangan, dan SB. Kampung Melayu Sungai Buloh.

Program KKN internasional di Mesir berlangsung 24 Januari-27 Februari 2026 yang diikuti Rina Agustina dari Prodi Hukum Keluarga Fakultas Agama Islam. Kemudian Shandy Jagad Anugrah, Gita Juwita, Tifhany Aulia Maharani, Hayatun Murihah, dan Fiona Nabila Zalfa dari Fakultas Kedokteran, mengambil lokasi KKN di Sekolah Internasional Kairo, KBRI Kairo, dan TK ABA Aisyiyah Kairo.

Pelepasan 19 mahasiswa yang mengikuti kegiatan internasional ini dilepas oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan turut dihadiri Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Ketua BPH Dr. H.M. Idris, M.Si., dan Dekan, pada Sabtu 10 Januari 2026 di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7.

Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., menegaskan bahwa program internasional ini merupakan bagian dari strategi penguatan mutu lulusan dan reputasi institusi di tingkat global.

“Mahasiswa yang diberangkatkan adalah mahasiswa terpilih dan berprestasi. Mereka tidak hanya membawa nama kampus, tetapi juga dituntut untuk menunjukkan etos kerja, kemampuan akademik, dan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah di luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional Prof. Ir. Erna Yuliwati, Ph.D., menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sebagai modal utama mahasiswa dalam menjalani magang dan KKN internasional.

Program ini menegaskan arah Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi mencetak lulusan global yang adaptif, komunikatif, dan siap bersaing di panggung internasional.

Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada 19 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang sudah berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pengalaman internasional yang berharga.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa program ini melibatkan jejaring luas Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dengan mitra luar negeri, sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa di level global.

“Mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik dan non akademik secara langsung di luar negeri. Mereka adalah duta kampus yang harus mampu membawa identitas Muhammadiyah, beradaptasi, dan memberi kontribusi nyata di masyarakat internasional” pungkasnya.

Editor : Humas UMP

Universitas Muhammadiyah Palembang dan ATDIKBUD KBRI Arab Saudi Resmi Jalin Kerja Sama, Perkokoh Internasionalisasi

um-palembang.ac.id – Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) satu diantaranya Universitas Muhammadiyah Palembang memperkokoh dan memperluas kiprah internasionalnya lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (ATDIKBUD KBRI) Arab Saudi.

Kesepakatan ini menjadi landasan resmi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional yang menempatkan mahasiswa di berbagai negara untuk menjalankan program pengabdian masyarakat lintas budaya.

Penandatanganan dilakukan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Prof. Dr. Muhammad Irfan Helmy, Lc., M.A., dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., yang diwakili Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., serta disaksikan oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D., bertempat di Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu 22 November 2025.

Prof. Dr. Muhammad Irfan Helmy, Lc., M.A., menegaskan bahwa KBRI Riyadh mendukung penuh keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di Arab Saudi. Menurutnya, mahasiswa PTMA berperan sebagai representasi wajah pendidikan tinggi Indonesia yang bergerak maju dan adaptif terhadap dinamika global.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., menyampaikan bahwa kerja sama ini memperkuat internasionalisasi kampus yang terakreditasi unggul ini dan menjadi bagian dari strategi besar internasionalisasi Universitas Muhammadiyah Palembang.

“Kesepakatan ini membuka jalan bagi mahasiswa kami untuk belajar langsung di medan yang nyata. Pengabdian di luar negeri menuntut keberanian, keterampilan lintas budaya, dan kemampuan berkomunikasi yang matang. Ini pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh ruang kelas,” ujarnya.

Universitas Muhammadiyah Palembang ingin menguatkan bahwa lulusannya mempunyai jam terbang global. “Mereka harus memahami bagaimana berinteraksi dengan masyarakat internasional, membawa identitas Muhammadiyah yang berkemajuan, dan menunjukkan bahwa kampus ini mampu menyiapkan generasi yang siap bersaing di level dunia,” ungkapnya.

Untuk periode Januari 2026, Universitas Muhammadiyah Palembang mendelegasikan 2 mahasiswa ke Arab Saudi serta 9 mahasiswa ke Malaysia. Mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas pengabdian seperti pemberdayaan komunitas, asistensi pendidikan untuk anak-anak diaspora, program literasi, hingga kegiatan kebudayaan yang dilakukan bersama sekolah dan organisasi masyarakat Indonesia di negara tujuan.

Keterlibatan mahasiswa dalam dua negara tersebut menandai keseriusan Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperluas jaringan internasional dan mengukur kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global. KKN internasional ini bukan sekadar pengabdian, tetapi juga jembatan bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial global, bekerja dalam sistem lintas negara, dan membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam konteks internasional.

Dengan MoU ini, peluang kolaborasi Universitas Muhammadiyah Palembang di Arab Saudi ke depan terbuka lebar mulai dari program pengabdian lanjutan, penelitian bersama, hingga pengembangan program akademik yang melibatkan jejaring perguruan tinggi dan komunitas diaspora Indonesia, menuju perguruan tinggi yang berdampak, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di panggung global.

Editor : Humas UMP

Menyalakan Semangat Riset, Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional dan Artikel Ilmiah bereputasi.

Di tengah tuntutan zaman yang terus bergerak cepat, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi ruang belajar dan mengajar. Kampus dituntut menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat. Kesadaran inilah yang terasa kuat dalam kegiatan Workshop Pendampingan Proposal Penelitian di Bidang Riset dan Publikasi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Palembang pada 28–29 April 2026.

Bertempat di Aula KH. Faqih Usman lantai 7 untuk pembukaan dan penyampaian materi dan dibagi menjadi 3 kelas per bidang ilmu, kegiatan ini menghadirkan suasana akademik yang hidup dan penuh semangat. Sebanyak 78 dosen mengikuti workshop dengan antusias, membawa harapan yang sama: meningkatkan kualitas proposal penelitian serta memperkuat publikasi ilmiah yang berdaya saing nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Palembang ini bukan sekadar agenda seremonial akademik. Lebih dari itu, workshop menjadi ruang pembelajaran bersama, tempat para dosen dipertemukan dengan narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi kuat di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

Hadir sebagai narasumber antara lain Amika Wardana, M.A., Ph.D., anggota Majelis Diktitbang PP Muhammadiyah; Andri Pranolo, M.Cs., Ph.D., dosen Universitas Ahmad Dahlan; dr. med. Henri Setiawan, S.Kep., Ners., M.Si.Med., dosen STIKes Muhammadiyah Ciamis; serta Lukman Hakim, M.A., Program Officer Hibah RisetMu. Kehadiran para pemateri memberikan warna tersendiri bagi kegiatan ini karena para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyusun proposal riset yang berkualitas dan berpeluang memperoleh hibah penelitian.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Saleh Hidayat, M.Si. Turut hadir Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., S.Ag., M.Pd.I., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR,M.Pd.I, dan pimpinan Fakultas. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan bahwa penguatan budaya riset bukan hanya tanggung jawab individu dosen, melainkan komitmen bersama institusi.

Dalam sambutannya, Dr. Saleh Hidayat, M.Si menegaskan bahwa peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi harus diwujudkan melalui penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas. Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga agen perubahan yang mampu melahirkan pemikiran dan inovasi untuk menjawab tantangan masyarakat.

Pesan tersebut terasa sangat relevan di tengah persaingan global yang menuntut perguruan tinggi menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. Publikasi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., selaku koordinator kegiatan, menekankan bahwa workshop ini merupakan bagian dari langkah sistematis universitas dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian agar memenuhi standar hibah penelitian, baik nasional maupun internasional. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak ingin berjalan biasa-biasa saja. Ada visi besar yang sedang dibangun: menjadikan budaya riset sebagai denyut utama kehidupan akademik.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta tampak aktif berdiskusi, berkonsultasi, dan memperbaiki rancangan proposal penelitian mereka. Kelas-kelas per bidang ilmu menjadi ruang kolaborasi yang hangat. Para dosen saling bertukar ide, berbagi pengalaman, hingga mendiskusikan tantangan yang selama ini mereka hadapi dalam proses penelitian dan publikasi jurnal.

Suasana ini menghadirkan optimisme baru. Banyak peserta menyadari bahwa penelitian yang baik tidak lahir dari kerja yang terburu-buru, melainkan dari proses belajar yang tekun dan kolaboratif. Pendampingan yang diberikan para narasumber membantu peserta memahami bagaimana merancang penelitian yang terstruktur, relevan, dan memiliki kontribusi ilmiah yang jelas.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis dan inovatif. Kampus memiliki peran penting dalam melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang dapat menjawab persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi.

Di sinilah makna penting penelitian sesungguhnya. Riset bukan hanya tentang angka, data, atau publikasi di jurnal. Riset adalah upaya menghadirkan manfaat bagi kehidupan. Ketika seorang dosen meneliti, sesungguhnya ia sedang menyalakan harapan agar ilmu pengetahuan dapat memberi solusi bagi masyarakat luas.

Workshop ini juga memperlihatkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Para dosen hadir dengan kerendahan hati untuk terus memperbaiki kualitas diri dan karya ilmiahnya. Sikap inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan berkemajuan.

Editor : Admin LPPM

Dorong UMKM Naik Kelas, LPPA PWA Sumsel dan LPPM UM Palembang Latih APUNA Kuasai Pemasaran Digital

um-palembang.ac.id – Upaya mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital terus digencarkan. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palembang (LPPM UM Palembang) serta Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kota Palembang menggelar kegiatan Pendampingan Pembuatan dan Penggunaan Aplikasi Bisnis Digital bagi UMKM, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH. Ahmad Dahlan Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Balayudha Palembang ini mengangkat tema “Dengan Pemasaran Digital, Amar Ma’ruf Menjadi Viral”. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas masih minimnya keterampilan digital marketing yang dimiliki sebagian besar pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasyiatul ‘Aisyiyah (APUNA).

Pelatihan ini diikuti oleh 17 peserta yang merupakan anggota APUNA dari berbagai daerah, antara lain Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin. Para peserta datang dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari makanan ringan, kerajinan tangan, elektronik, mpek-mpek, agen buah, kafe, hingga usaha preloved dan produk premium. Keberagaman jenis usaha tersebut mencerminkan potensi besar UMKM APUNA untuk berkembang lebih luas apabila ditopang dengan strategi pemasaran digital yang tepat.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Sumatera Selatan, Nelly Megawati, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya UMKM di lingkungan Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk mulai mengadopsi konsep pemasaran digital sebagai strategi utama pengembangan usaha. Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha agar tidak tertinggal dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. UMKM harus berani bertransformasi, memanfaatkan teknologi agar produk mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Diah Isnaini Asiati, S.E., M.M., yang membahas konsep dan strategi pemasaran digital. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai kanal digital yang dapat dimanfaatkan UMKM, mulai dari media sosial, marketplace, hingga aplikasi penjualan. Ia juga menekankan pentingnya membangun identitas merek, konsistensi konten, serta kemampuan membaca perilaku konsumen di dunia digital.

Sementara itu, sesi praktik dipandu oleh Muhammad Syahrir, S.Kom., M.Kom. Para peserta diajak langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi penjualan digital sebagai sarana promosi dan transaksi. Kegiatan praktik ini turut dibantu oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Palembang, yang berperan sebagai pendamping teknis bagi peserta selama proses pelatihan berlangsung.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai kendala yang selama ini mereka hadapi dalam memasarkan produk secara daring. Mulai dari cara membuat konten promosi yang menarik, teknik foto produk, hingga strategi menentukan harga dan promosi di platform digital. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan UMKM terhadap pendampingan digital marketing yang aplikatif dan mudah dipahami.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, LPPM UM Palembang menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi terbentuknya aplikasi digital khusus bagi APUNA. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bersama bagi para anggota APUNA dalam memasarkan produknya secara terintegrasi, sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan satu hari, kegiatan ini juga menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan, tercatat adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap praktik digital marketing sebesar 27 persen. Peningkatan ini terutama terlihat pada peserta yang sebelumnya sudah memiliki sedikit pengalaman menggunakan media digital, sehingga mereka dapat lebih cepat menyerap materi yang diberikan .

Hasil tersebut menjadi indikator bahwa pelatihan ini efektif dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, penyelenggara berharap kegiatan pendampingan serupa dapat berlanjut dengan cakupan materi yang lebih teknis, seperti manajemen konten, analisis pasar digital, hingga pengelolaan transaksi online yang aman dan profesional.

Editor : Humas UMP

Cegah Plagiasme, LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Pelatihan Penggunaan Turnitin

um-palembang.ac.id – Plagiasme merupakan suatu permasalahan yang sangat dilarang dalam dunia akademik. Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai salah satu perguruan tinggi ikut berperan aktif dalam mencegah adanya plagiarisme. Oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Palembang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) menggelar pelatihan penggunaan Aplikasi Turnitin.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., ini menghadirkan Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., dan Sulton Nawawi, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber. Bertempat di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7 pada Rabu (7/2/2024).

Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., mengatakan bahwa tulisan yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen kedepan harus orisinal dan aplikasi Turnitin digunakan untuk mendeteksi plagiarisme dan menjaga integritas akademik karya intelektual orang lain.

Menurutnya Aplikasi Turnitin menjadi alat bantu menjaga etika akademik bagi penulis dalam publikasi agar sesuai standar dari pemerintah, dalam rangka menjaga orisinal jurnal menjadi salah satu acuan keberhasilan membuat karya tulis ilmiah.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menuturkan bahwa plagiasi merupakan perilaku yang harus dihindari terutama di kalangan sivitas akademika. Kesadaran pentingnya bebas plagiasi di lingkungan pendidikan tinggi saat ini mulai meningkat.

Hal tersebut ditunjukkan dengan munculnya berbagai kebijakan untuk menghindarkan civitas akademika dari tindak plagiasi, sehingga reputasi sivitas akademika akan terlindungi, orisinalitas mutu karya ilmiah terjaga serta kredibilitas perguruan tinggi akan meningkat.

Salah satu upaya tersebut adalah mendeteksi similaritas karya ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika melalui aplikasi Turnitin. Standar pemberlakuan Aplikasi Turnitin ini bisa diterapkan kepada semua mahasiswa dan dosen dilingkungan Fakultas Universitas Muhammadiyah Palembang.

Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengajak peserta pelatihan untuk melakukan deteksi similaritas/kemiripan sejak awal, yaitu saat mahasiswa menyusun karya tulis ilmiah tugas perkuliahan. Hal tersebut akan mendidik mahasiswa untuk terbiasa menghindari plagiasi yang terus berlangsung hingga pada level penyusunan tugas akhir, sehingga akan menjadikan hasil penelitian atau karya ilmiah mahasiswa benar-benar orisinal.

Editor: Humas UMP

Lomba Video Kreatif Kegiatan KKN UM Palembang dan Pameran Inovasi Produk Lokal Mahasiswa KKN di Kabupaten Ogan Ilir dan OKI

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat berbasis inovasi dan digitalisasi. Hal ini tercermin dalam kegiatan Lomba Video Kreatif dan Expo Inovasi Produk Lokal Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-65 yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, di Aula Gedung Prof. Djakfar Murod Lantai 2, Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digitalisasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palembang (LPPM) sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas kinerja mahasiswa selama menjalani program KKN.

KKN Angkatan ke-65 Universitas Muhammadiyah Palembang telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak 13 Januari hingga 14 Februari 2026. Ratusan mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat di 2 kabupaten di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, sebanyak 208 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Kayu Agung. Sementara itu, 53 mahasiswa lainnya menjalankan KKN di Kecamatan Jejawi, dan 106 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Sirah Pulau Padang. Selama pelaksanaan, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan UMKM desa, literasi digital, hingga promosi potensi lokal berbasis media sosial.

Adapun di Kabupaten Ogan Ilir, mahasiswa KKN Angkatan ke-65 tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Indralaya Selatan, sebanyak 112 mahasiswa ditempatkan di delapan desa. Kecamatan Tanjung Batu menjadi lokasi KKN bagi 158 mahasiswa yang tersebar di 12 desa, sementara Kecamatan Tanjung Raja menampung 211 mahasiswa di 16 desa.

Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa Lomba Video Kreatif dan Expo Inovasi Produk Lokal ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap kerja nyata mahasiswa selama KKN, khususnya dalam mendokumentasikan proses pengabdian melalui video kreatif yang informatif dan komunikatif.

Kategori Produk Lokal Juara 1 diraih oleh Kelompok 55 pada lokasi KKN di Desa Meranjat 3, dengan produk: Eco Enzim limbah jambu citra menjadi pupuk dan pembersih lantai. Kemudian Juara 2 diraih Kelompok 21 pada lokasi KKN di Desa Tanjung Tambak dengan produk: Larva Sida (produk pembasmi nyamuk DBD). Selanjutnya Juara 3 diraih oleh Kelompok 3 pada lokasi KKN di Desa Tanjung Raja Barat dengan produk: Tempe Tahu Katsu.

Pemenang Harapan 1 diraih oleh Kelompok 14 KKN di Desa Celikal dengan produk: Sensor api gas. Kemudian Juara Harapan 2 diraih oleh Kelompok 51 KKN di Desa Tanjung Tambak Baru dengan produk: Asbak Bambu. Selanjutnya Juara Harapan 3 diraih oleh Kelompok 27 KKN di Desa Bungin Tinggi (27) dengan produk: Spray anti nyamuk dari Jeruk Bali.

Kategori Video Kreatif, Juara 1 diraih oleh Kelompok KKN Desa Tanjung Tambak Baru dengan Nilai 97,74. Kemudian Juara 2 diraih Kelompok KKN Desa Meranjat 1 dengan Nilai 96,47., dan Juara 3 diraih Kelompok KKN Desa Kutaraja dengan Nilai 87,79.

Pemenang Harapan 1 diraih oleh Kelompok KKN Desa Tebing Gerinting Selatan dengan nilai: 87,12. Juara Harapan 2 diraih Kelompok 55 KKN Desa Meranjat 3 dengan Nilai 85,38., dan Juara Harapan 3 diraih oleh Kelompok KKN Desa Jua-Jua dengan Nilai: 84,41.

“Video dokumentasi KKN menjadi media penting untuk menunjukkan dampak program mahasiswa di desa. Ini bukan hanya laporan kegiatan, tetapi juga sarana publikasi dan pembelajaran,” tegasnya.

LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta KKN Angkatan ke-65 yang telah menjalankan pengabdian dengan penuh dedikasi dan keikhlasan. Pengalaman lapangan yang diperoleh mahasiswa diharapkan menjadi bekal penting dalam pengembangan karier dan kontribusi sosial di masa depan.

Sementara itu, Dr. Yudha Mahrom, DS, S.E., M.Si., dalam sambutannya yang mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai KKN UM Palembang telah bergerak ke arah yang tepat dengan mendorong inovasi, kreativitas, dan keberpihakan pada potensi lokal desa.

“Kegiatan ini memacu mahasiswa untuk berpikir kreatif, tidak hanya soal program, tetapi juga produk, merek, dan kemasan. Ini penting agar potensi desa punya nilai tambah dan daya saing,” ujarnya.

Menurutnya, KKN yang berdampak adalah KKN yang mampu mengangkat kearifan lokal dan mempublikasikannya secara luas. Dengan dukungan digitalisasi, potensi desa yang sebelumnya terbatas secara lokal kini dapat dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional.

Editor : Humas UMP

KKN Ke-65 Universitas Muhammadiyah Palembang di Kabupaten Ogan Ilir Dorong Desa Berkembang Lewat Digitalisasi

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang resmi menerjunkan 481 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-65 Tahun 2026 di Kabupaten Ogan Ilir. Pelepasan mahasiswa digelar Selasa, 13 Januari 2026, menandai dimulainya program pengabdian masyarakat berbasis desa yang difokuskan pada penguatan potensi lokal melalui pendekatan digital.

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dengan mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” yang menjadi instrumen nyata untuk mendorong desa lebih adaptif terhadap teknologi, lebih produktif secara ekonomi, dan lebih kuat secara kelembagaan.

Turut hadir, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir, 17 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Indralaya Selatan, Camat Tanjung Batu, dan Camat Tanjung Raja.

Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., dalam laporannya menjelaskan bahwa program KKN Ke-65 Universitas Muhammadiyah Palembang ini berlangsung selama 31 hari, mulai 13 Januari hingga 14 Februari 2026. Kegiatan akan ditutup dengan Pameran Inovasi Produk Lokal pada 16 Februari 2026 di kampus, sebagai etalase hasil kerja mahasiswa di lapangan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang disebar ke sejumlah wilayah strategis di Sumatera Selatan. Untuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir, mahasiswa ditempatkan di 3 kecamatan: Indralaya Selatan (8 desa, 112 mahasiswa), Tanjung Batu (12 desa, 158 mahasiswa), dan Tanjung Raja (16 desa, 211 mahasiswa).

Lebih lanjut Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang strategis untuk membentuk mahasiswa yang peka terhadap realitas sosial dan mampu memberi solusi konkret di tengah masyarakat.

 

“KKN adalah laboratorium sosial. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu, tetapi belajar membaca masalah riil desa dan menawarkan solusi yang relevan. Melalui KKN-65, kami mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menguatkan ekonomi dan pelayanan desa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa transformasi desa berbasis digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Universitas Muhammadiyah Palembang, menurutnya, ingin memastikan desa tidak tertinggal dalam arus perubahan.

 

“Digitalisasi desa bukan sekadar membuat akun media sosial atau website, tetapi bagaimana teknologi benar-benar meningkatkan layanan, membuka akses pasar UMKM, dan memperluas promosi potensi desa,” lanjutnya.

Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Palembang dilakukan melalui sistem posko kerja di masing-masing desa. Monitoring kegiatan mahasiswa dilakukan secara daring melalui laporan mingguan dan dokumentasi video, disertai supervisi langsung oleh DPL ke lapangan. Pola ini dirancang untuk menjaga kualitas program sekaligus memastikan kegiatan mahasiswa berjalan sesuai tujuan.

Editor : Humas UMP

367 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Diterjunkan Ke Kabupaten OKI, KKN Fokus Pemberdayaan Digital Masyarakat

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-65 Tahun 2026 di Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Selasa (13/1/2026). Mahasiswa ini diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata untuk mengabdi di wilayah Kecamatan Kayu Agung, Jejawi, dan Sirah Pulau Padang.

Sebanyak 208 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Kayu Agung. Selain itu, 53 mahasiswa diterjunkan ke Kecamatan Jejawi dan 106 mahasiswa di Kecamatan Sirah Pulau Padang. Total 367 mahasiswa ini akan menjalankan pengabdian masyarakat selama 13 Januari hingga 16 Februari 2026.

KKN ke-65 Universitas Muhammadiyah Palembang tahun 2026 diikuti 904 mahasiswa, terdiri dari 889 mahasiswa KKN reguler dan 15 mahasiswa KKN internasional yang mengabdi di Malaysia dan Mesir. Khusus di Kabupaten OKI, 367 mahasiswa tersebut merupakan representasi lintas fakultas, mulai dari Fakultas Teknik, Hukum, Ekonomi dan Bisnis, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kedokteran, hingga Fakultas Agama Islam.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T., Camat Kayu Agung, M. Saleh Nawawi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sulton Nawawi, S.Pd., M.Pd., Camat Jejawi, Camat Sirah Pulau Padang, Dosen Pendamping Lapangan, Lurah, dan Kepala Desa.

Serah terima dan pelepasan mahasiswa dipimpin langsung oleh  Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T. Ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bagian penting dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial mahasiswa.

“KKN adalah ruang belajar nyata. Mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tapi juga harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang relevan,” tegasnya.

Tema pemberdayaan potensi lokal berbasis digital dipilih untuk menjawab tantangan masyarakat desa yang kini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa diarahkan untuk membantu desa dalam penguatan literasi digital, promosi produk UMKM, pemanfaatan media sosial, hingga pengenalan layanan digital sederhana yang dapat menunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Camat Kayu Agung, M. Saleh Nawawi, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang. Ia menilai KKN merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.

“KKN ini menjadi ajang pembelajaran nyata. Mahasiswa belajar bagaimana berorganisasi, bersosialisasi, serta memahami dinamika masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN juga diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan teknologi, khususnya di bidang ekonomi kreatif, pelayanan administrasi, serta promosi potensi desa.

Selama satu bulan lebih, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai program kerja berbasis kebutuhan lokal, mulai dari pendampingan UMKM, edukasi digital, penguatan kelembagaan desa, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Universitas Muhammadiyah Palembang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten OKI beserta seluruh jajaran kecamatan dan desa yang telah menerima dan bersedia mendampingi mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung.

Kepada para mahasiswa peserta KKN, pihak Universitas Muhammadiyah Palembang berpesan agar menjaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.

“Kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik universitas, keluarga, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Tunjukkan sikap santun, rendah hati, dan siap belajar dari masyarakat,” pesan Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T.

Editor : Humas UMP

904 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Ikuti Pembekalan KKN Secara Hybrid, Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital Jadi Fokus Utama

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menerjunkan ratusan mahasiswa dalam agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-65 Tahun 2026. Sebanyak 904 mahasiswa dari 7 fakultas akan berkiprah langsung di tengah masyarakat pada 64 desa yang berada di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai 13 Januari 2026 mendatang.

Hal tersebut ditandai dengan kegiatan Pembekalan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang Angkatan Ke-65 tahun 2026 pada Selasa 9 Desember 2025 di Aula Gedung Prof. Djakfar Murod Lantai 2. Sebanyak 192 peserta mengikuti secara luring, dan 652 peserta mengikuti secara daring melalui media zoom.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ogan Ilir Sub Bagian Kepala Pemerintahan Desa Hj. Susi Primasari, S.T., M.Si., menyampaikan Materi tentang Optimalisasi Potensi Desa. Selanjutnya Dr. Zulhipni Reno Saputra, S.T., M.Kom., menjelaskan materi tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Digital. Kemudian Dr. Sunardi, S.E., M.Si., menerangkan materi Trik dan Tips Ber-KKN.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., mengatakan bahwa pembekalan KKN merupakan tahap wajib yang harus diikuti seluruh peserta sebagai bagian dari penilaian akademik serta persiapan mental dan teknis sebelum diterjunkan ke lokasi.

“Kegiatan pembekalan perdana ini mengangkat tiga topik inti selaras dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa saat ini, yaitu optimalisasi potensi desa, pengelolaan sampah berbasis digital, serta tips dan trip KKN” ungkapnya.

Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., menjelaskan, bahwa tema KKN Universitas Muhammadiyah Palembang tahun ini sangat jelas arahnya: “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, mahasiswa dituntut untuk mampu menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah untuk menciptakan program yang berdampak dan berkelanjutan.

Para narasumber yang hadir memberikan wawasan strategis terkait tata kelola desa yang modern, edukasi lingkungan dengan pendekatan digital, hingga persiapan diri dalam menjalani KKN agar tidak hanya sekadar formalitas tetapi melahirkan perubahan, sehingga dapat menjadi “kenang-kenangan ilmiah” yang dimanfaatkan masyarakat meskipun KKN telah selesai.

 

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Ir. Ahmad Roni, S.T., M.T., yang juga menjadi Koordinator KKN-65, menegaskan bahwa KKN adalah momen nyata pembuktian kualitas lulusan kampus yang terakreditasi unggul ini.

“KKN ini bukan sekadar ritual akademik tahunan. Ini ajang kalian menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus benar-benar bisa menjadi solusi di masyarakat. Kalian datang bukan untuk menjadi penonton. Kalian harus hadir sebagai penggerak perubahan, terutama dalam transformasi digital desa,” tegasnya.

Ia juga menuturkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang harus mampu membaca situasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.

“Datanglah dengan niat bekerja, belajar, dan melayani. Bukan hanya untuk menjalankan program, tapi untuk meninggalkan jejak manfaat. Jadikan KKN sebagai ruang kalian mengasah integritas, kepemimpinan, dan empati” pungkasnya.

Editor : Humas UMP

Mahasiswa KKN Angkatan 64 Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Seminar Artikel dan Pameran Produk Desa, Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Seminar Artikel dan Pameran Produk Unggulan Desa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-64 Tahun 2025 pada Sabtu (6/9/2025) di Gedung Prof. Djakfar Murod. Kegiatan ini mengangkat tema Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Pengembangan Ekonomi Desa”.

Acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa peserta KKN untuk mempresentasikan hasil pengabdian sekaligus menampilkan produk-produk unggulan desa binaan. Tujuannya, selain sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, juga menjadi ruang aktualisasi gagasan inovatif mahasiswa dalam mengembangkan potensi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, juga mengumumkan sejumlah penghargaan bagi kelompok KKN terbaik. Juara 1 Video Terbaik diraih oleh Kelompok 2 yang melaksanakan KKN di Desa Sungai Pinang 1 dengan dosen pembimbing lapangan Dr. Drs. Sunardi, S.E., M.Si.

Selanjutnya Juara 1 Seminar Laporan dan Hasil KKN dimenangkan oleh Kelompok 47 dengan artikel berjudul “Sosialisasi Pemahaman SDGs untuk Meningkatkan Peran Generasi Z dalam Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan”. Kelompok ini juga dibimbing oleh Dr. Drs. Sunardi, S.E., M.Si. Kemudian juara 1 Pameran Produk Terbaik jatuh kepada Kelompok 56 dengan inovasi produk “Abon Ikan Patin” yang dibimbing oleh Anggrelia Afrida, S.E., M.Si.

Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar penutup KKN, melainkan momentum untuk memperlihatkan kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat.

“Produk dan artikel yang ditampilkan hari ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMP mampu memberdayakan potensi desa sekaligus memberikan solusi nyata bagi pengembangan ekonomi lokal,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Administrasi, Pengembangan Usaha dan Aset, serta Teknologi Informasi Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., yang bersama Prof. Gusmiatun menjadi juri dalam pameran produk unggulan desa.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing. “KKN bukan hanya proses belajar di masyarakat, tetapi juga wadah menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan keberpihakan pada pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa harus menjadikan pengalaman ini sebagai modal berharga untuk masa depan,” tegasnya.

Kegiatan KKN Angkatan ke-64 ini menegaskan peran Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan produk, ide, dan program yang bisa meningkatkan ekonomi desa.

Editor : Humas UMP