
Di tengah tuntutan zaman yang terus bergerak cepat, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi ruang belajar dan mengajar. Kampus dituntut menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat. Kesadaran inilah yang terasa kuat dalam kegiatan Workshop Pendampingan Proposal Penelitian di Bidang Riset dan Publikasi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Palembang pada 28–29 April 2026.
Bertempat di Aula KH. Faqih Usman lantai 7 untuk pembukaan dan penyampaian materi dan dibagi menjadi 3 kelas per bidang ilmu, kegiatan ini menghadirkan suasana akademik yang hidup dan penuh semangat. Sebanyak 78 dosen mengikuti workshop dengan antusias, membawa harapan yang sama: meningkatkan kualitas proposal penelitian serta memperkuat publikasi ilmiah yang berdaya saing nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Palembang ini bukan sekadar agenda seremonial akademik. Lebih dari itu, workshop menjadi ruang pembelajaran bersama, tempat para dosen dipertemukan dengan narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi kuat di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

Hadir sebagai narasumber antara lain Amika Wardana, M.A., Ph.D., anggota Majelis Diktitbang PP Muhammadiyah; Andri Pranolo, M.Cs., Ph.D., dosen Universitas Ahmad Dahlan; dr. med. Henri Setiawan, S.Kep., Ners., M.Si.Med., dosen STIKes Muhammadiyah Ciamis; serta Lukman Hakim, M.A., Program Officer Hibah RisetMu. Kehadiran para pemateri memberikan warna tersendiri bagi kegiatan ini karena para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyusun proposal riset yang berkualitas dan berpeluang memperoleh hibah penelitian.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Saleh Hidayat, M.Si. Turut hadir Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., S.Ag., M.Pd.I., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR,M.Pd.I, dan pimpinan Fakultas. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan bahwa penguatan budaya riset bukan hanya tanggung jawab individu dosen, melainkan komitmen bersama institusi.
Dalam sambutannya, Dr. Saleh Hidayat, M.Si menegaskan bahwa peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi harus diwujudkan melalui penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas. Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga agen perubahan yang mampu melahirkan pemikiran dan inovasi untuk menjawab tantangan masyarakat.
Pesan tersebut terasa sangat relevan di tengah persaingan global yang menuntut perguruan tinggi menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. Publikasi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., selaku koordinator kegiatan, menekankan bahwa workshop ini merupakan bagian dari langkah sistematis universitas dalam meningkatkan kualitas proposal penelitian agar memenuhi standar hibah penelitian, baik nasional maupun internasional. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak ingin berjalan biasa-biasa saja. Ada visi besar yang sedang dibangun: menjadikan budaya riset sebagai denyut utama kehidupan akademik.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta tampak aktif berdiskusi, berkonsultasi, dan memperbaiki rancangan proposal penelitian mereka. Kelas-kelas per bidang ilmu menjadi ruang kolaborasi yang hangat. Para dosen saling bertukar ide, berbagi pengalaman, hingga mendiskusikan tantangan yang selama ini mereka hadapi dalam proses penelitian dan publikasi jurnal.
Suasana ini menghadirkan optimisme baru. Banyak peserta menyadari bahwa penelitian yang baik tidak lahir dari kerja yang terburu-buru, melainkan dari proses belajar yang tekun dan kolaboratif. Pendampingan yang diberikan para narasumber membantu peserta memahami bagaimana merancang penelitian yang terstruktur, relevan, dan memiliki kontribusi ilmiah yang jelas.


Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis dan inovatif. Kampus memiliki peran penting dalam melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang dapat menjawab persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi.
Di sinilah makna penting penelitian sesungguhnya. Riset bukan hanya tentang angka, data, atau publikasi di jurnal. Riset adalah upaya menghadirkan manfaat bagi kehidupan. Ketika seorang dosen meneliti, sesungguhnya ia sedang menyalakan harapan agar ilmu pengetahuan dapat memberi solusi bagi masyarakat luas.

Workshop ini juga memperlihatkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Para dosen hadir dengan kerendahan hati untuk terus memperbaiki kualitas diri dan karya ilmiahnya. Sikap inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan berkemajuan.

Editor : Admin LPPM














